Popular Posts

Just do what we can do right now....

Keys of success

Keinginan yang kuat, keyakinan yang tinggi, usaha yang keras dan disiplin.

Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

Selalu momohon kepadaNya dengan penuh keyakinan.

Selalu berserah diri kepadaNya....

Showing posts with label Healthy Life. Show all posts
Showing posts with label Healthy Life. Show all posts

Wednesday, 13 November 2013

Manfaat Berjalan

Tulisan ini diambil dari sebuah leaflet yang sebenarnya adalah sebuah tiket bus jurusan bandara Incheon - Wonju, Korea. Leaflet itu memuat beberapa informasi, salah satunya adalah 'The Reason Why Walking Really Helps You to Stay Healthy'. Supaya info ini tidak hilang begitu saja, alangkah baiknya saya tulis ulang di blog ini, mungkin ada manfaatnya. Berikut beberapa faedah dari olahraga berjalan:


Image: http://www.westboylston.com (Gaya berjalan yang benar)

1. Penyakit Jantung
Berjalan secara teratur dapat membakar lemak dan meningkatkan peredaran darah, sehingga menurunkan kemungkinan penyakit jantung hingga 37%. Jantung kita 'menari-nari' ketika kita berjalan.

2. Tulang Keropos (Osteoporosis)
Melatih tulang dan otot secara teratur dengan berjalan mampu menjaga asupan kalsium sehingga mencegah osteoporosis. Ada lelucon, ketika Rihanna berkata 'Shut up and drive', maka katakan 'Shut up and walk' untuk mencegah tulang keropos.

3. Sirkulasi Darah
Berjalan memicu sekresi dopamine yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan mencegah sekresi dari catecholamine yang berfungsi antagonis meningkatkan tekanan darah. Ini akan membuat peredaran darah anda seperti aliran sungai Han di Korea, yang besar dengan aliran yang tenang dan indah.

4. Kegemukan / Obesitas
Cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dengan berjalan secara teratur. Untuk mengurangi 1 kg, kita perlu membakar energi sebanyak 7000 kcal, dimana energi sebesar itu sangat melebihi kebutuhan energi dari sistem tubuh kita, sehingga kita harus membakarnya dengan aktivitas lain seperti berjalan.

5. Diabetes
Pembakaran gula darah secara tepat melalui aktivitas berjalan akan mencegah hyperglycemia (kelebihan gula dalam darah). Cukup memahami batas kemampuan tubuh kita, tidak perlu melakukan aktivitas olahraga yang berlebihan.

6. Stress
Stress juga merupkan pangkal dari beberapa penyakit. Berjalan membantu anda untuk menyegarkan sistem syaraf kita sehingga mencegah berbagai penyakit berkaitan dengan stress.

Berjalan juga merupakan sebuah pengobatan secara psikologi (psychological remedy). Peneliti di University of Texas at Austin melaporkan bahwa berjalan cepat selama 30 menit dalam satu sesi pada sebuah treatmill mampu memberikan sebuah penyegaran emosi.

Berjalan selama 30 menit mampu membakar energi 71 kcal, sedikit lebih rendah dibandingkan jogging (82.5 kcal). Meskipun membakar energi lebih sedikit, berjalan dinilai lebih efisien karena memungkinkan untuk dilkakukan lebih lama daripada jogging, terutama bagi usia lanjut.

Wednesday, 30 May 2012

Membiasakan gosok gigi setelah makan siang….



Korea Selatan merupakan negara yang penduduknya memiliki homogenitas budaya yang tinggi. Luas wilayahnya yang kira-kira hanya setengah Pulau Jawa bisa jadi merupakan salah satu alasannya. Mungkin hal inilah yang menjadi salah satu faktor pendukung pesatnya perkembangan Korea Selatan dalam segala bidang. Penduduk yang homogen mempermudah kebijakan dan strategi pemerintah untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat. Aturan-aturan yang dibuat dapat dijalankan sesuai dengan rencana/prosedur, bukannya dibuat untuk dilanggar. Fasilitas-fasilitas umum yang disediakan juga termanfaatkan secara efektif, karena memang masyarakatknya mudah diatur dan kompak untuk saling menjaganya. Memang menangani Indonesia yang sedemikian kompleks jauh lebih sulit dibandingkan menangani negara homogen seperti Korea Selatan. Kita tidak akan membahas secara rumit mengenai hal ini. Penulis hanya ingin menyajikan beberapa hal kecil yang menjadi kebiasaan positif masyarakat Korea yang homogen itu, dengan harapan untuk dapat kita tiru guna meningkatkan kualitas hidup. Tidak ada maksud sedikitpun ingin memuja-muja Korea, dan menganggap rendah diri kita, karena di sisi lain kita memiliki nilai-nilai positif yang lain, dan mereka juga memiliki nilai-nilai negatif yang tidak perlu ditiru.

Baik, seperti judul di atas, kita mulai dari kebiasaan sederhana menggosok gigi setelah makan siang. Saya akan mengambil contoh apa yang saya alami sehari-hari, di mana sebagaian besar waktu dihabiskan di laboratorium (lab). Di Korea, seorang dosen atau profesor biasanya memiliki lab masing-masing sesuai bidangnya, dan memiliki anggota lab (member) beberapa orang mahasiswa baik S1, S2, ataupun S3. Untuk model anggota lab ini akan kita bahas pada artikel lain, karena juga cukup menarik. Biasanya di lab, masing-masing orang menyiapkan sikat gigi dan mug/cup/cangkir untuk kumur. Jam 12 merupakan waktu makan siang. Untuk jam makan memang tertib, jam 12 untuk makan siang dan jam 18 untuk makan malam. Biasanya makan siang juga bareng-bareng, setelah selesai balik lagi ke lab, langsung masing-masing gosok gigi, lima menit cukup. Hal demikian sudah menjadi budaya di lingkungan keluarga, sekolah, dan tempat kerja. Tidak berat dan tidak sulit, cuma butuh kebiasaan saja, jika tidak melakukan itu, terasa ada yang tidak  nyaman di mulut.

Hal demikian sangatlah sederhana, tapi manfaatnya luar biasa. Kesannya merupakan hal yang sepele dan ringan, tapi belum tentu kita mudah membiasakan karena lingkungan yang tidak mendukung, seperti sulit menemukan tempat untuk gosok gigi di tempat kerja kita, atau mungkin kita akan dianggap sok-sokan. Lain halnya jika itu sudah menjadi budaya, kita akan ringan menjalankan dan jika tidak melakukan malah kesannya ada yang kurang. Seperti kebiasaan sembahyang shalat saja, jika belum melakukan pasti ada perasaan yang mengganjal. Ini masalah kebiasaan. Sebenarnya kita juga disunahkan untuk menggosok gigi sebelum shalat, dan kita yakin ini mendatangkan pahala dan ridhaNya. Jadi ini menjadi contoh satu lagi adanya anjuran agama yang sering kita lalaikan tetapi telah menjadi budaya bagi orang-orang yang tidak menganutnya.
Semoga bermanfaat….